Pertemuan saya dengan Pak Akang Kamudi adalah sebuah kebetulan yang ajaib. Dalam perjalanan dari kantor saya di Batu Koneng, Ambon ke hotel tempat nginap, saya dapat driver Gojek yang cerewetnya minta ampun.
Matahari sudah tenggelam ketika kami tiba di Lonebasa[1]. Kabut mulai menyelimuti pegunungan di belakang perkampungan. Beberapa saat ketika kami duduk di beranda rumah Pak Apollo, Kepala Desa Lonebasa, tampak iring-iringan orang-orang yang melangkah dengan cepat dan tergesa-gesa di jalan desa.